Tampilkan postingan dengan label P 180 UG4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label P 180 UG4. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2022

Ukuran Bearing Roda Pulsar All Series

Di masa mudik seperti ini (Akhir April s.d. Awal Mei 2022) di grup penggemar motor Bajaj Pulsar Facebook banyak mengeluhkan motornya mogok. Persoalannya sebenarnya sepele dan barang yang rusak juga cukup murah, yaitu bearing roda yang rusak. Kalau sekedar ban goyang, hal ini bisa diatasi dengan berjalan pelan-pelan. Tapi kalau bearing gear sampai pecah, dapat dipastikan motor tidak akan bisa berjalan.

Persoalannya adalah, Walau sepele, ukuran bearing roda Pulsar ini tidak seperti motor Jepang kebanyakan. Hal ini akan menyulitkan ketika kondisi darurat karena susah mencari part ini di bengkel-bengkel pinggir jalan. Pelajaran yang dapat diambil dari kejadian ini adalah, pastian ketersediaan fast moving part khusus Pulsar ketika hendak melakukan perjalanan jauh, seperti bearing atau kanvas rem ban.

Berikut ini adalah ukuran bearing roda Bajaj Pulsar semua variant:

  1. Bearing Depan
    Bajaj XCD
    6201
    Pulsar 135, Pulsar 150, Pulsar 180 UG3 & UG4, Pulsar 200, Pulsar 220, Pulsar 200NS
    6202
  2. Bearing Belakang
    Bajaj XCD, Pulsar 135, Pulsar 150, Pulsar 180 UG3 & UG4, Pulsar 200, Pulsar 220, Pulsar 200NS
    6302 dan 6202
  3. Bearing Gear
    Bajaj XCD, Pulsar 135, Pulsar 180 UG3
    6004
    Pulsar 180 UG4, Pulsar 200, Pulsar 220, Pulsar 200NS
    6005

Selasa, 24 Desember 2019

Tips Merawat Pulsar

Baru dapat warisan Pulsar? Motor murah karena ditinggalkan pabrikannya?  :lol: Well, sebenarnya motor ini lumayan kuat jika Anda memahami tiap problem yang ada pada motor ini. Jika Anda rutin mengganti oli, tanpa diservis berkali-kali pun motor ini masih cukup tangguh.


Berikut ini adalah hal utama (paling tidak menurut saya) yang harus diperhatikan ketika Anda mempunyai motor Pulsar.

Senin, 03 Juni 2019

Oli Pulsar Cepat Habis

Yap, selayaknya barang tua, berbagai seal dan karet mulai getas. Teksturenya yang seharusnya kenyal kini menjadi keras dan kaku. Hal ini menyebabkan celah pada mesin terkuak sehingga oli menjadi cepat habis (cairan merembes keluar dari mesin).


Kalau sudah begini, solusi darurat adalah selalu menambah takaran oli. Patokannya adalah kaca intip oli di sebelah kanan blok mesin. Di sana terdapat ambang batas atas dan bawah yang dapat Anda manfaatkan ketika hendak mengisi oli.

Rabu, 03 April 2019

Tutorial Mengganti CDI Bajaj dengan Shogun Kebo

Part Bajaj semakin susah di pasaran, seiring mahalnya harga cukai import (update 2019: barang import di atas harga 3$ sudah terkena bea cukai). Importir part Bajaj (Tunas Mega Spirit) tentunya mulai menentukan skala prioritas akibat adanya pembatasan ini.

Di sisi lain, mekanik juga harus semakin piawai mengelola part yang ada di dalam negeri untuk diaplikasikan ke motor Bajajnya. Berikut ini adalah tutorial cara mengaplikasikan CDI Shogun ke motor Bajaj. Perubahan yang dilakukan meliputi kabel dan timing pengapian di magnet.


Untuk socket kabel CDI, semuanya sama percis. Hanya saja, kita harus mengubah jalur kabelnya. Untuk pengaturan timing pengapian, dibutuhkan kecermatan dalam menggerinda batas pada magnet dan kecermatan pengukuran.

Sabtu, 24 Februari 2018

Iritnya Pulsar Bikin Teknologi Bluecore Yamahmud Lewat

Ini adalah kutipan postingan salah seorang penunggang Bajaj Pulsar. Ia menulis postingan ini di Facebook. 

Berikut ceritanya:

Jadi gini kang..
Dari kota Batu(Malang) kemarin malem kan mau balik ke Surabaya Si Black (UG4-180) haus minta minum. Saya beliin aja pertalite. Hampir penuh. Nempel tutup (bibir) tangki dikit lah. 

Perjalanan kurang lebih 90Km dengan cara riding normal 70-90km/jam (pas jalan sepi 105km/jam) Sama boncengan. 2 jam 15 menit sampai tujuan. Ehh saya (cek) buka tangki, isinya masih segitu..

Udah jual aja Pulsarnya. Boros banget kang!!

*Pict tambahan kaca spion abis nemper kelelawar dikecepatan 105km/jam..

Dari reply ybs di komentar diketahui bawa Pulsar UG4-nya merupakan motor keluaran tahun 2010. Ini merupakan prestasi yang cukup "mengerikan" untuk ukuran motor yang sudah berumur 8 tahun, dan terlebih sudah ditinggal oleh pabrikannya.

Selasa, 16 Januari 2018

Subtitusi Rantai Bajaj Pulsar

Gejala rantai harus diganti biasanya adalah terlihat kendur-kencang (dorceng) ketika dipakai berjalan. Hal ini berdampak pada susahnya rantai untuk disetel. Selain itu, rantai dorceng akan memberikan bunyi kasar yang tidak enak pada roda. Resiko terparah jika tetap menggunakan rantai jelek adalah putus. Whew  .


Rabu, 03 Januari 2018

Ukuran Maksimal Ban Pulsar

Saya yakin para pengguna Bajaj Pulsar sudah beberapa kali mengganti bannya. Ini karena Pulsar merupakan motor keluaran yang cukup lama. Untuk tahun terakhir yang saat ini beredar adalah motor keluaran tahun 2012. 

Nah, bagi Anda yang ingin mengganti ban dan ingin menggunakan ukuran yang lebih besar, Anda dapat memilih berbagai merk yang dijual oleh produsen Ban. Beberapa merk terkenal adalah IRC, ZeneOS, dan Pirelli.

Untuk ukuran yang digunakan adalah sebagai berikut:
  • Depan
    Ring 17 lebar 100/70
  • Belakang
    Ring 17 lebar 130/70

Itu adalah ukuran yang kami sarankan jika Anda hendak mengupgrade ban dengan spesifikasi velg bawaan (standar) Pulsar. Jika menggunakan ukuran lebih dari itu akan ada resiko lain, seperti bentuk yang membulat (tidak lebar) dan ban menyenggol rantai (khusus UG3 dan P135).

Senin, 24 April 2017

Cara Starter Pulsar Jika Aki Jebol

Pengguna motor Bajaj Pulsar 180 UG4 dan P220 tentunya paham jika motor yang mereka miliki tidak terdapat fasilitas kick starter. Hal ini merupakan ciri umum motor sport kebanyakan, di mana mereka menghilangkan fitur ini (Xabre, dkk).


Sayangnya, tidak ada yang dapat menduga jika aki motor harus soak, dsb. Hal ini biasanya terjadi ketika motor mulai jarang dipakai dan didiamkan saja di rumah. Aki habis karena tidak ada pengisian yang dilakukan karena motor tidak dipakai jalan.